Tentang SIH3 Bengawan Solo
Sistem Informasi Hidrologi, Hidrometeorologi, dan Hidrogeologi Wilayah Sungai Bengawan Solo
Profil & Tujuan Sistem
Pusat Integrasi Satu Data Air Wilayah Sungai Bengawan SoloSIH3 (Sistem Informasi Hidrologi, Hidrometeorologi, dan Hidrogeologi) Wilayah Sungai Bengawan Solo merupakan portal resmi pengelolaan dan penyebarluasan data sumber daya air terpadu lintas Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Portal ini mengintegrasikan seluruh pos pengamatan tinggi muka air sungai, curah hujan, dan air tanah yang dikelola oleh kementerian, lembaga, dinas pemerintah daerah, serta badan usaha pengelola sumber daya air.
Hidrologi
Tinggi Muka Air sungai, debit banjir, tampungan waduk, dan kualitas air sungai.
Hidrometeorologi
Curah hujan otomatis & manual, Hari Tanpa Hujan (HTH), dan potensi iklim.
Hidrogeologi
Kedalaman muka air tanah, sumur pantau, dan dinamika cekungan air tanah (CAT).
Landasan Hukum & Mandat Regulasi
Kebijakan Pengelolaan Data SIH3 Tingkat Nasional & Wilayah SungaiSesuai Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 88 Tahun 2012 tentang Kebijakan Pengelolaan Sistem Informasi Hidrologi, Hidrometeorologi, dan Hidrogeologi pada Tingkat Nasional, pengelolaan SIH3 bertujuan mewujudkan keterpaduan data dan informasi yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan untuk mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
Penyelenggaraan jaringan pos pengamatan dilakukan secara terkoordinasi antara instansi pengelola teknis kementerian, BMKG, dan pemerintah daerah.
Data dan informasi H3 wajib dibuka dan dapat diakses oleh publik, akademisi, instansi pemerintah, dan masyarakat untuk kesiapsiagaan bencana air.
1. Pilar Hidrologi
Meliputi pemantauan Tinggi Muka Air (TMA) pada sungai utama Bengawan Solo dan anak-anak sungainya, debit limpasan, tampungan waduk (Wonogiri, dsb.), dan kualitas air permukaan.
2. Pilar Hidrometeorologi
Pemantauan unsur-unsur atmosfer dan cuaca yang memengaruhi siklus hidrologi, meliputi curah hujan harian, intensitas hujan ekstrem, suhu, penguapan, serta analisis Hari Tanpa Hujan (HTH).
3. Pilar Hidrogeologi
Pengelolaan informasi ketersediaan dan dinamika air tanah pada Cekungan Air Tanah (CAT) di Wilayah Sungai Bengawan Solo, meliputi sumur pantau piezometer dan zona konservasi air tanah.
Skala Hari Tanpa Hujan (HTH) Standar BMKG
Klasifikasi baku BMKG dalam memantau durasi hari berturut-turut tanpa hujan sebagai deteksi dini kekeringan:
| Rentang Hari | Kategori BMKG | Keterangan / Tingkat Potensi Dampak |
|---|---|---|
| 0 Hari | Masih Ada Hujan | Terjadi hujan s/d pembaruan data terakhir |
| 1 - 5 Hari | Sangat Pendek | Kondisi basah / kelembapan tanah cukup |
| 6 - 10 Hari | Pendek | Pengurangan frekuensi hujan ringan |
| 11 - 20 Hari | Menengah | Mulai memasuki periode kering berkala |
| 21 - 30 Hari | Panjang | Mulai memengaruhi ketersediaan air irigasi permukaan |
| 31 - 60 Hari | Sangat Panjang | Waspada kekeringan pertanian dan penurunan debit sungai |
| > 60 Hari | Kekeringan Ekstrem | Krisis air baku, penurunan drastis air sumur, dan kegagalan panen |
Instansi Pengelola Data Terkait di Wilayah Sungai Bengawan Solo
Kolaborasi multi-sektor kementerian, BMKG, dinas provinsi, dan BUMN pengelola sumber daya air:
BBWS Bengawan Solo
Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur
Dinas PUSDATARU Provinsi Jawa Tengah
Perum Jasa Tirta 1
BMKG Stasiun Klimatologi Provinsi Jawa Tengah
BMKG Stasiun Klimatologi Provinsi Jawa Timur
ESDM Provinsi Jawa Tengah
ESDM Provinsi Jawa Timur
Kantor Pengelola Portal
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo
Unit Hidrologi dan Kualitas Air • Bidang Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air
Statistik Pengunjung
Pencatatan statistik kunjungan portal SIH3 secara real-time dari database: